Jumat, 13 Februari 2015

Face Treatment



Aku udah perawatan di erha clinic BSD sejak Agustus 2013. Sejak itu sampai Desember 2014 aku selalu konsul sama dokter yang sama. Dan di akhir-akhir 2014 aku mulai memperhatikan bahwa kondisi muka mengalami kemunduran. Muka makin sering muncul jerawat walaupun cuma beberapa tapi lama sembuh dan bekasnya bener-bener merusak kondisi muka.. Kalau tiap hari pakai cuci muka, krim, sunblock dan krim malam pastilah kita berharap kulit adem ayem dan sehat. Tapi dengan jerawat dan bekasnya muka jadi kelihatan kusam..ARRRGGGGGHHH..

Tapi aku udah tau gimana efeknya kalo nggak lagi merawat kulit muka..Kulit mukaku yang sensitif ini pastilah akan memburuk.. So yang aku lakukan adalah browsing-browsing dokter erha BSD mana yang recommended. Produk Erha itu kan range-nya luas banget so aku optimis pasti ada krim, toner, dan sunblock yang sesuai sama kebutuhan kulitku. Semoga..

Akhirnya dari femaledaily dapatlah sebuah nama yang menurut beberapa pasiennya hasilnya bagus. So, tahun baru aku awali dengan dokter kulit baru..hahaha.. Dengan semangat datanglah aku ke erha BSD untuk konsul sama dokter Shinta Damayanti. Aku ceritain kondisi kulitku dan tentang kemunduran kondisi kulitku belakangan ini. Memang siy penyebab jerawat sangat beragam, dari stress, makanan, pola tidur sampai perawatan yang tidak sesuai pastinya. Dan dokter Shinta pun menerangkan hal yang sama. Okelah, yang pasti aku cuma mau kondisi mukaku bebas jerawat dan sementara ini nggak terlalu mengharapkan kecerahan kulit. 

Dan, inilah resep yang dituliskan dokter Shinta untuk aku:
Pagi/Siang: ACS BP, AT 1, AMG 2, ASG
Malam: ACS BP, AT 1, AMG 2, AFTSS, AST (untuk totol jerawat)
Dan inilah penampakan krim-krimnya...

Dibanding resep dokter sebelumnya untuk pagi/siang hampir sama hanya saja tonernya ditingkatkan dari Acne Toner 0.5 (AT 0.5) jadi AT 1. AT 1 ini aroma alkoholnya kuat banget so watch out tapi jangan kuatir ini nggak akan bikin mabuk (Hahaha..Ya kaliii). Nah, sedangkan malamnya yang berbeda drastis. Biasanya AMG 2 cuma dikasih siang tapi sekarang jadi siang malam. Menurut dokter ini adalah krim yang paling tinggi antibiotik topikalnya yang fungsinya membasmi bakteri penyebab jerawat. Nama antibiotiknya clindamycin. Selanjutnya, AFTSS (Acne Face Treatmentt for Sesitive Skin) ini krim yang baru pertama aku coba. Dan sepertinya krim yang cukup diandalkan dokter Shinta untuk pasien dengan kondisi kulit seperti aku (berminyak dan mudah berjerawat) soalnya pasien yang lain yang review di femaledaily dikasih ini juga. Next, AST (Acne Spot Treatment) Well kalo dari namanya siy promising yaa...Nampaknya bisa membasmi jerawat dan bekasnya tetapi ini khusus untuk jerawat aktif lho dan harus berhenti dioles ke jerawat kalau sudah rata dengan kulit meskipun masih berbekas.

Selain yang topikal dokter Shinta juga menyarankan suntik jerawat untuk jerawat yang lagi aktif. Tapi takut sakit ahh..Sakit bayarnya..hahaha..Selain itu beliau juga nyaranin acne peeling yang juga sudah disarankan oleh dokter sebelumnya. 

Now, what about the result.. Hmm obat-obat topikal yang diresepkan si dokter dengan gaya rambut bob pendek lurus jatoh ini cukup mujarab. Dua jerawat yang aku dapet dari facial sebelumnya langsung kalem beberapa hari setelah rutin perawatan. Oiya lupa, dokter Shinta juga sampai 2 kali ngingetin untuk cuci muka 3 kali sehari. Nah, ini juga siy yang kadang-kadang nggak aku lakuin apalagi kalau di kantor lg banyak kerjaan..Mana sempeet Maak..

Sesuai saran dokter Shinta, aku akhirnya acne peeling dan ini adalah acne peeling yang ke-5 dan pertama kalinya peeling ini bikin kulit ngelupas biasanya sama sekali nggak ngefek..huahaha..kulit badak !!.. Dan setelahnya komedo-komedo pada keluar terutama di hidung. Seminggu setelah peeling trus facial deh..Wuiih..kantong kempes langsung. Dan facial ini sebenernya lingkaran setan banget untuk aku soalnya kalo komedo yang dalem dan susah dikeluarin dan dipaksa dikeluarin dengan tenaga dalam dari beauticiannya yang akan terjadi adalah JERAWAT!. Dan sedihnya pasca facial munculah 3 jerawat yang gede-gede. Dan jerawat belum juga kempes sampai jatuh tempo konsul lagi (6 hari setelah facial).

So, pas konsul di Februari 2015 aku nurut aja pas dokter Shinta nyaranin untuk suntik jerawat. di sesi ini aku juga cerita aku biasa jerawatan pasca facial dan dokter nyaranin untuk nggak facial dulu. "Tapi Dok, aku kan kulitnya gampang banget komedoaan", kataku.. "Hmm, kalau gitu kalau pas facial bilang beauticiannya untuk jangan paksa pencet komedo yang memang masih susah dikeluarin", jawab dokter Shinta..Udah kaya cerpen ajah masukin dialog segala..!

Satu lagi, pas konsul aku juga menanyakan pertanyaan super penting yang aku lupa tanya pada sesi konsul sebelumnya. "Dok, saya lagi ingin hamil, semua krimnya aman kaan untuk janin?".. Dan jawaban dokternya melegakan "Insha Allah, aman".. Yeaayy!!

Sebelum disuntik, jerawatnya ditusuk dan dikeluarin nanahnya. Periih tapi terus ilang setelah nanahnya bersih. Nah, di bulan ini lagi-lagi toner dinaikin sekarang jadi AT 1.5 dan AFTSS naik juga jadi AF 1. Let see.. 

Sehari setelah suntik, jerawat kempes tapi belum rata dan bekasnya hitam. Mudah-mudahan cepet pudar yaah..

Sekian.. See you next time..



Selasa, 08 Juli 2014

Program Hamil

Usia pernikahan sudah memasuki bulan ke-8 dan belum juga muncul tanda-tanda hamil. Mulailah aku mikir yang enggak-enggak..jangan-jangan ini jangan-jangan itu. Belum lagi teman kantorku, teman kantor suami, keluarga, tetangga udah mulai nanya udah isi atau belum. Daripada mikir yang enggak-enggak akhirnya kami memutuskan untuk mengikuti program hamil. Tanpa mikir panjang dan berlama-lama pas siklus hari ke-2 datanglah kami berdua ke RS Hermina Serpong untuk daftar konsul sama dokter Iwan Darmawan, SpOG berdasarkan rekomendasi dari kakak ipar yang sudah berhasil hamil setelah ikut promil 3 bulan.

Ternyata hari itu sang dokter nggak mengkonfirmasi akan praktik atau tidak. Dari pihak RS akhirnya merekomendasikan dokter yang praktik sebelumnya. Akhirnya kami pun memutuskan untuk konsultasi dengan dokter yang disarankan oleh RS. Dan tibalah saatnya nama kami dipanggil untuk konsultasi. Setelah menyampaikan maksud kami untuk program hamil dokter langsung menjelaskan dengan super detail tentang program hamil yang bisa kami lakukan di situ. Yang pertama dilakukan adalah USG, dari hasil pemeriksaan USG nggak ada masalah di uterus. Nggak ada miom atau tumor tetapi bentuk uterus A.K.A rahim agak ke belakang. Menurut dokter itu normal-normal saja layaknya bentuk hidung ada yang pesek atau mancung hanya saja cara berhubungannya yang harus menyesuaikan.

Pada pemeriksaan pakai USG dokter juga menemukan ada cairan bebas yang artinya aku punya masalah keputihan lebih dari 6 bulan. Menurut dokter spesialis kandungan yang juga magister kesehatan itu, keputihan tidak menyebabkan kemandulan hanya saja dapat menyebabkan aborsi atau bayi lahir prematur jika tidak disembuhkan. Akhirnya dokter meresepkan 3 jenis obat yang fungsinya untuk membasmi keputihan dalam 6 hari. Ada 1 jenis obat yang harus dimasukkan lewat miss v selama 6 malam sebelum tidur. Obat yang diresepkan dokter rupanya manjur karena setelah 6 hari keputihan yang tadinya aku pikir normal akhirnya hilang.

Selain meresepkan ketiga obat itu, beliau juga meresepkan asam folat untuk diminum setiap hari bahkan ketika sudah mulai hamil. Oiya, dokter Arif juga menyarankan suamiku untuk menganalisa sperma untuk mengetahui kondisinya. Alasannya dikhawatirkan si calon ibu udah diperbaiki sana-sini dengan biaya yang lumayan ternyata si suami yang belum dicek yang bermasalah misalnya azoospermia atau oligospermia. Kalau penasaran makhluk macam apa itu, monggo tanya sama mbah google. Masalahnya, analisa sperma tidak tersedia di RS Hermina Serpong jadi harus ke Hermina Tangerang.

Hermina Tangerang jauh juga dari rumah kami, saat suami coba untuk analisa sperma di sana ternyata gagal mengeluarkan sperma dalam jumlah cukup karena buru-buru mau ngantor, grogi bin nervous, dan takut terlambat sampai ke kantor. Sekedar info, analisa sperma harus dilakukan pada pagi hari hingga pukul 9 pagi. Akhirnya kami memutuskan untuk mecari RS lain yang dekat dari rumah tetapi juga menyediakan analisa sperma. Nah, di rumah sakit yang kedua ini suamiku sukses mengeluarkan sperma dengan baik. Sepulang kerja hasilnya sudah bisa diambil. Aku yang kantornya lebih dekat ke RS Omni Serpong yang bertugas mengambil hasil. Dan saking penasarannya suamiku pun sampai ke RS nggak berapa lama setelah aku sampai. Rupanya si Ayah wannabe ini kuatir ada masalah dengan spermanya tapi Alhamdulilah tidak ada masalah.

Singkat cerita, pada siklus haid selanjutnya yang artinya aku belum juga hamil kami kembali datang ke dr. Arif sesuai pesannya waktu kami datang pertama. Kami datang dengan membawa hasil analisa sperma suamiku dan dokter menyatakan bahwa kondisi sperma suamiku bagus. Ya iyalah secara dia kan bergaya hidup sehat, bebas rokok dan alkohol. Setelah memastikan lagi kondisi rahimku melalui USG dokter pun meresepkan profertil yang fungsinya untuk mematangkan sel telur. Dokter juga meminta kami untuk kembali pada siklus hari ke-12 untuk mengevaluasi ukuran sel telur melalui USG transvaginal. Hari ke-12 siklus jatuh pada Senin, 7 Juli 2014. Dokter Arif menyarankan untuk datang ke dr Meutia yang notabene adalah istrinya jika beliau tidak praktik.

Well, secara ya USG transvaginal itu harus memasukan alat ke miss V untuk melihat kondisi rahim dan sel telur jelas aku lebih nyaman sama dokter perempuan. Dan tibalah hari ke-12 yang dinanti itu. Aku cukup semangat untuk USG transvaginal soalnya penasaran banget sama ovarium kuatirnya ada masalah yang nggak kelihatan dengan USG biasa. Selain semangat aku juga nervous berhubung akan ada benda asing yang dimasukkan. Tetapi ternyata tidak semengerikan yang dibayangkan.

Dengan tidak terlalu sulit ujung alat masuk ke miss V dan munculah di layar lapisan rahim itu, ukurannya 0.49 cm. Agak digerakkan sedikit munculah sel telur dengan ukuran yang besar dan ukurannya sudah bisa dibilang matang yaitu 18.6 mm. Di ovarium lainnya ada juga sel telur dengan ukuran yang sedikit lebih kecil. Berdasarkan ukuran sel telur proses nyampur pun bisa dilakukan malam itu juga..hehehehe.. Selanjutnya kami akan berusaha dengan baik dan pasrah apakah Allah sudah berkehendak memberikan kami keturunan..Let's See..

Senin, 24 Februari 2014

Facial Treatment Essence of SKII

Sudah cukup lama iklan Facial Treatment Essence (FTE) SKII membanjiri media, misalnya TV. Tapi nggak ngaruh karena aku juga jarang merhatiin.. Sampai akhirnya suatu hari pas buka youtube ada iklan SKII yang mengisahkan sejarah penemuan Pitera yang diklaim dapat memperbaiki 5 dimensi kulit dan efeknya bikin kulit super sehat dan awet muda. Bahkan di iklan itu para pembuat Sake yang sudah mengalami keriput di wajah, tangannya tidak keriput karena setiap hari bersentuhan dengan Sake, yang merupakan asal dari pitera tadi. Mulai deh keracunan pengen coba FTE SKII. Padahal muka sudah dirawat pakai obat dokter. Harapannya, obat dokter mampu membasmi bekas jerawat dan FTE SKII membooster efek obat dokter dan juga memperbaiki 5 dimensi kulit seperti yang mereka iklankan. Berhubung harga FTE muahall..Akhirnya aku beli sample SKII FTE 30 ml di salah satu online shop yang terpercaya seharga 200 ribu. Malamnya langung dicoba dan memang sesuai dengan review yang sudah aku baca sebelumnya. Baunya aneh, agak asem gimanaaaa gitu.. teksturnya cair kaya air makanya sering disebut "miracle water". Aku pakenya langsung tetes di telapak tangan terus diusap ke muka. Setelah sehari paka nggak ada efek apa-apa, dua hari juga nggak ada efek apa2..Daaan, setelah tiga hari.. jengjeng muncullah 3 biji jerawat gede padahal sebelumnya muka sudah bebas jerawat tinggal bekasnya aja kembali dihinggapi jerawat. Berikut penampakan botol sample FTE SKII 30 ml..
Di review yang aku baca sebelumnya emang aku pernah baca ada kalanya FTE SKII emang nyebabin purging terutama untuk yang kulitnya sudah biasa perawatan dokter. Dan kabarnya SKII itu ngeluarin zat kimia yang ditinggalkan obat dokter melalui proses purging itu.Anyway, Purging adalah memburuknya kondisi kulit ditandai munculnya jerawat dan atau beruntusan sebagai efek pemakaian produk baru yang akan hilang setelah kulit kita mampu beradaptasi. Masalahnya masa purging tidak bisa diprediksi, seminggu, sebulan, atau bahkan 3 tahun..Hiiiiii.... Sebelumnya aku udah pernah pengalaman pake vitacid yang juga ada efek purging. Waktu itu aku pake vitacid 0.025% dan terus-terusan purging selama dua bulan. Walaupun efeknya mencerahkan tapi jerawat yang muncul karena efek purging vitacid bener2 menyiksa. Bahkan menurut dokter SPKK jaringan yang terluka dalam akibat jerawat selama pake vitacid jadi nodanya lama ilang...huhuhuhuhu...dan kalau aku perhatiin aku emang scar prone, alias tipe kulitku cenderung meninggalkan bekas luka bopeng paska jerawat. Bukan bopeng yang dalam siy tapi tetep ajaaa... Oke balik lagi ke FTE SKII, nyesek bgt muka yang tadinya udah lumayan aman terkendali dari serangan jerawat jadi muncul jerawat lagi gegara pake SKII. Dan aku udah tobat deh sama perawatan muka yang ada efek purging..Dan suamiku yang sebelumnya udah kasih peringatan hati-hati nggak cocok pun langsung mengklaim peringatannya benar. "Makanya yang nurut sama suamiiii" -___- Yang lebih nyesek lagi kalau sebelumnya selama hanya pakai obat dokter kalau tiba2 ada jerawat paling 2-3 malam KO tapi jerawat yang muncul cuma gara-gara pake SKII 3 hari lama ilangnya.. Setelah 5-6 hari akhirnya jerawat KO juga tapi sukses meninggalkan prasasti berupa noda jerawat yang cukup lebar,,,Huuuaaaaa...I hate this. Seminggu kemudian tiba-tiba muncul pikiran.. Hmmmm, jangan-jangan kalau purging trus berhenti trus pake lagi jadi nggak purging lagi dan cocok..Kalau cocok kan mukaku bisa mulus kaya Kate Bosworth si Brand Ambasador-nya SKII. Begini nih penampakannya..
Akhirnya coba pake lagi tapi besoknya langsung muncul calon jerawat langsung deh paginya ngga pake lagi...Sekarang balik lagi ke krim dokter dan janji setia sama dia.. Well, aku nulis ini semua berdasarkan pengalaman aku dan sama sekali tidak bermaksud menyalahkan atau menjelekkan produk apapun. Dan yang terjadi sama kulit mukaku selama pake FTE SKII bisa disebabkan kondisi kulitku yang sensitive, oily, dan scar prone.. Buat yang baca tulisan ini, kalau kalian sudah nemu produk perawatan muka yang cocok lebih baik tetep pake produk itu dan jangan mudah tergiur untuk mencoba produk baru yang belumm tentu cocok. Dan, menurutku obat dokter spesialis kulit yang dipakai sesuai aturan dan anjuran dokter tidak akan membahayakan.

Minggu, 23 Februari 2014

Rumah Impian 2

Di sms terakhirnya developer ngabarin kalau rumah sudah mulai dibangun. Penasaran bgt sudah seberapa jauh dibangunnya, Sabtu aku sama suami ke calon rumah. Ternyata udah lumayan pembangunannya. Bisa dibilang sudah hampir selesai pasang batako. Berarti tinggal atap, aci tembok, keramik, cat, instalasi air dan listrik.. Hmm, masih banyak siy yang harus dikerjain.. Oiya pasang pintu dan jendela juga..
Nah ini penampakannya. Oiya, waktu itu sekilas dari luar ada ruang dengan bentuk segiempat tidak sempurna soalnya sudut yang ngadep ke luar dipotong, kayanya siy biar dari ruang tamu ke ruang tengah agak lega. Awalnya aku kira itu kamar mandi. Eh, pas dicek masuk ternyata itu kamar. Soalnya di ujung satunya ada ruangan yang lebih kecil. Bangunannya bisa dibilang hampir seratus persen mirip gambar kecuali bentuk bangunan kamar. Nggak sabar pengen cepet-cepet jadi. There will be many stories in our future little house.

Kamis, 20 Februari 2014

Robo Cop

Ini film yang terakhir aku tonton bareng suami. Dan kami nonton hari pertama gegara saking penasarannya. Ternyata yang penasaran banyak juga. Di hari pertama langsung lumayan penuh bioskopnya, cuma bangku urutan depan yang kosong. Nah, apakah penasaran kami terbayar dengan greget filmnya?..Let's find out.. Seorang polisi baik bernama Alex Murphy (Joel Kinnaman) menyelidiki kasus gembong narkoba yang dipimpin Antoine Vallon (Patrick Garrow). Merasa gerah dengan aksi polisi baik, dia meminta anak buahnya memasang bom di mobil Alex. Ironisnya, dua rekan sesama polisi Alex yang memberitahukan kapan waktu yang tepat bom dipasang di mobilnya, yaitu ketika Alex sedang membesuk rekannya yang celaka juga karena ulah si Vallon. Walaupun bom sudah dipasang tapi Alex bisa pulang dengan selamat. Ada yang aneh?..Bomnya gagal meledak?..Entahlah, agak bingung juga.. Nah sesampainya di rumah, tiba-tiba pintu mobil terbuka dan tidak bisa dikendalikan dengan remot.Kok remot mobil ikutan rusak ya??...Alex pun menuju garasi mobil untuk menutup manual mobilnya. Dan..booommm!!Mobil meledak.. Singkat cerita Alex mengalami luka yang sangat parah hingga satu-satunya hal yang bisa dilakukan Clara (Abbie Cornish) istrinya adalah menyetujui suaminya menjadi setengah robot agar bertahan hidup. Perusahaan yang bersedia melakukan ini adalah OmniCorp yang berambisi menggantikan aparat polisi di Amerika dengan robot buatan mereka seperti yang telah dilakukan di negara-negara yang medapat agresi militer AS di Timur Tengah namun ditentang karena sifat robot yang tidak humanis. Untuk dapat mewujudkan mimpinya, CEO OmniCorp Raymond Sellars (Michael Keateon)mengajak Dr. Dennett Norton (Gary Oldman) yang sudah lebih dulu terjun dalam pembuatan tangan dan kaki robot bagi mereka yang mengalami kecelakaan sehingga kehilangan anggota tubuh. Yang muncul selanjutnya adalah Robocop. Dia beraksi di jalanan menangkap para penjahat termasuk Antoine Vallon dan komplotan yang mencelakainya karena kemampuannya mengakses data kriminal dan rekaman cctv. Ia bahkan mampu membongkar sindikat "Dirty Cops" di kantornya yang ternyata melibatkan petinggi Polisi. Well, secara keseluruhan ceritanya lumayan tapi ada part-part yang kurang greget. Yang paling bikin nggak asik adalah peran Samuel L. Jackson yang punya acara TV sendiri dan topik yang dibahas adalah tentang dukungannya terhadap OmniCorp.

Rumah Impian

Setelah menikah pastilah rumah jadi kebutuhan yang harus segera dipenuhi. Mulailah aku dan suami hunting rumah. Tapi bukan lagi rumah impian yang kami kejar tapi rumah yang sesuai budget kami berdua. Karena waktu kami cukup sulit untuk bisa hunting, suamiku akhirnya cuti demi nyari-nyari rumah. Akhirnya pilihan kami jatuh ke Villa Tekno, walaupun kecil tapi kok suasananya nyaman banget. Daan... yang lebih penting sesuai budget kami...Well, bukan sesuai budget siy (kesannya udah punya uang cash, hahaha)..Maksud saya seandainya mengajukan KPR kemungkinan diterimanya besar. Suami langung bayar uang tanda jadi 2,5 juta dan dalam waktu seminggu harus bayar DP.. Hmm, cepet bgt padahal kan belum tentu diterima. Tapi ya mau gimana lagi.. DP 20% pun kami bayar beserta dokumen yang diminta denger2 di bank apapun kurang lebih sama. Karena gaji ditransfer pastinya harus menyertakan copy buku tabungan. Saya nasabah rekening koran HSBC jadi tinggal print out e statement saja..Sempet ketar-ketir juga siy, soalnya uang udah masuk tapi belum ada kepastian apa-apa. Untunglah beberapa hari kemudian kami ditelfon untuk wawancara...Setelah wawancara kini waktunya nunggu. Ini waktu yang paling membuat gelisah.. Seminggu, dua minggu, dan hampir tiga minggu nggak ada kabar. Karena gak sabar, akhirnya aku telfon BTN, Alhamdulilah SP3K-nya udah turun. Untuk yang belum tau SP3K itu surat penegasan Persetujuan Pemberian Kredit atau semacam itulah..Intinya surat itu memberitau jumlah plafond, tenor kredit, cicilan, biaya-biaya, dan ketentuaan masa berlaku.. Leganya... plafond sesuai pengajuan begitu juga tenornya.. Sudah naik ke step selanjutnya untuk punya ruma sendiri. Sekarang tinggal nunggu jadwal akad kredit.. Dan semoga saja rumah kami cepet jadi.. Nanti kalau sudah jadi rumah kami kemungkinan akan kosong..hahahaha.. Lha wong kredit gara-gara nggak punya banyak cash tapi malah biayanya gede..Mungkin ini adalah hal yang harus disiapkan diluar DP dan harga rumah kalau mau beli rumah via KPR.. Biaya-biaya Bank sekitar 4-5% dan BPHTB yang sampai tulisan ini ditulis saya belum tau jumlahnya. Menurut marketing perumahan PBB tahun ini belum keluar jadi belum diketahui.

Minggu, 15 September 2013

Help..My Face is under attack!!

Aku emang udah punya masalah jerawat sejak awal remaja. Setelah belasan tahun berkutat sama jerawat yang ga kunjung sembuh, aku pun mulai perawatan di klinik kecantikan. 

1. LBC
Sebenernya udah lama denger tentang LBC (sejak SMA) soalnya di kota asalku juga ada. Setelah 3 bulan rajin perawatan di sana, kulit muka pun berubah mulus, cerah, pokoknya OK... 6 Bulan kemudian, kok komedo tambah banyak, setelah konsul sama dokter menurutnya streslah penyebabnya. Aneh, soalnya aku aja nggak ngerasa stres, hmmm, tapi mungkin ada benernya.. Stres yang nggak berasa gitu. Konsul selanjutnya komedo makin parah.. Dahi yang biasanya licin berubah gradakan (hayah, bahasa apa ini?! :D). Daerah pipi komedo makin menggila, berjendol-jendol gitu...setelah ga juga dapet solusi yg OK akhirnya: STOP!!
Well, mungkin aku nggak cocok pake obatnya, mungkin ada kandungan obatnya yang ga cocok untuk aku.. I don't know....Tapi temenku yang juga sekali nyoba perawatan di sini, setelah berhenti siy fine-fine aja.. Dia siy cuma sekali aja perawatan di sini. 

2. Natasha
Mamanya pacarku sama adiknya udah lama perawatan di sini dan dari hasil curhat, beliaupun menyarankan diriku untuk nyoba perawatan di Natasha juga. Berhubung kulit adiknya pacarku putih bersih aku pun tertarik. Salah satu cabangnya ada di deket kantor, aku pun menyambanginya sepulang kerja (Tsailaaah). Dari harganya siy nggak bikin labil ekonomi. Kalau khasiatnya? Setelah sebulan: NOTHING CHANGES. Eh ada deh yang berubah.. Kulit jadi super berminyak. Huuuft...Pundak turun, muka nunduk, Pesimis..tapi lubuk hati yang paling dalam bilang: Jangan pesimis..baru sebulan mungkin belum ngefek.. Bulan kedua pindah ke cabang yang deket kosan, di salah satu mall terbesar di kota Tangerang. Sama dokternya disuruh chempeel A.K.A chemical peeling. Setelah 2 minggu, belum banyak perubahan. Hingga lanjut konsul ketiga. Seperti biasa saat konsul sama Bu Dokter disuruh tindakan, just another facial and chempeel..Huuft..Beauty is pain, right?!. Seperti biasa, sebelum facial buka baju, buka kerudung dan ganti kemben. Karena bulan sebelumnya udah pernah jadi ya santai-santai aja. Setelah bersakit-sakit facial, tibalah saatnya sang dokter masuk untuk chempeel. Dan seorang dokter nan tampan pun masuk ke ruang perawatan.. What?!!! Tampan?!! O My God, mana bu Dokternya?? dalam keadaan berkemben doang ada cowo di dalam ruangan...ARGHHHH... Gak bisa apa-apa kecuali pasrah.. Ya sudahlah mau gimana lagi. Singkat cerita, intinya siy perawatan di sini nggak membantu menyelesaikan masalah kulit peninggalan klinik sebelumnya...jadi, berhenti deehhh...

3. ERHA
Dalam keadaan kulit yang bikin nggak pede, berminyak, berjerawat, berkomedo, dan kusam.. mulailah browsing-browsing internet nyari solusi..dan mulai berpikir untuk nggak akan ke klinik estetika lagi..2 kali kecewa meeen... akhirnya nemulah sebuah blog berisi perjuangan seorang cowo bernama Boby melawan jerawat dengan vitacid, krim yang mengandung tretinoin. Dari foto-foto di blognya, muka yang berubah mulus bener-bener bikin mantap untuk nyoba. Dengan catatan, harus sabar karena ada proses purging dulu..Proses dimana semua jerawat dikeluarkan sebelum semuanya dibersihsihkn. Muka siy emang jadi putihan (kata temen kantor), jerawat mendem juga berkurang, karena berubah jadi jerawat bernanah. Pacar kaget, "Siapa kamuh? Aku nggak kenal kamu!!",, nggak segitunya deh..cuma, "Muka kamu kenapa????" sambil nunjukin muka miris tapi untung diakhiri dengan: "Tenang adinda, bagaimanapun aku tetap cinta kamu".. hahahahaha...nggak selebai itu siy tp maknanaya hampir sama.*blushed.. Dapat dukungan pacar, perjuangan  pake vitacid pun dilanjutkan.. Tapi jerawat makin banyak dan bekasnya yang tambah bikin nggak pede, hingga acara pernikahan pun semakin dekat (lah ini apa hubungannya???). Ada!! 
Yang namanya mau jadi ratu sehari, sekali-kalinya dalam hidup, siapa yang nggak pengen mulus dan cantik. Setelah menimang-nimang (berdasarkan review di blog-blog, salah satunya ini ), akhirnya memutuskan ke ERHA CLINIC. Klinik yang sebelumnya tetanggaan sama Natasha pindah tempat ke gedung baru yang keren dan lebih besar. Semacam pertanda baik, kan?..
Kunjungan Pertama: 
Masuk langsng disambut senyum sama Pak Satpam dan diambilin nomor antrian. Tempatnya ekslusif yaaa...setelah ambil nomor antrian trus nunggu dipanggil registrasi. Setelah dijelaskan bahwa konsultannya dokter .SPKK (another good sign) dengan biaya 160 ribu rupiah plus biaya admin 15 ribu rupiah (biaya admin cuma untuk pasien baru) trus disuruh naik 1 lantai menunggu panggilan konsultasi. Ruang tunggunya nyaman, dengan kursi empuk, bantal, ada tempat bermain untuk anak-anak juga, majalah, wifi super kenceng..Nunggu jadi nggak berasa. Setelah nunggu sekitar 30 menit, seorang perawat keluar dari ruang konsul dan manggil namaku. Saat masuk disambut muka ramah dokternya yang langsung nebak masalah kulitku..(Ya iyalah, kan keliatan jerawatnyaaa..). Disuruh tiduran, diperiksa, trus di foto..Dikasih tau cara pakai obat trus nanya-nanya tentang kasiat obat akhirnya sesi konsul selesai. Sambil berharap-harap cemas soal harga akhirnya sama mbak-mbak aksir dipanggil untuk pembayaran. Wow, ternyata nggak semahal bayangan sebelumnya, masih affordable laaah..Kunjungan pertama dapet 4 macem obat topikal dan 1 jenis obat oral untuk sebulan, plus sabun cuci muka. 
Pagi dan siang: cuci muka pakai ACS BP + AMG 2 + AF 1
Malam: ACS BP + AMG 1 + AL 2 (cuma di jerawat sama komedo)
Total biaya: RP 525.000, yang bikin mahal konsul dokternya aja sebenernya.. 
Kunjungan Kedua: 
Di lembar kertas pemakaian obat, ada keterangan harus kembali konsul setelah satu bulan. Setelah 28 hari. balik konsul lagi. Keadaan kulit udah mulai membaik, komedo berkurang dan kadar minyak berkurang. Pas mau dapet keluar siy 2 jerawat yang lumayan bandel. Berhubung wedding day kurang sebulan lagi, akhirnya curhat ke dokternya, dr. Prima SPKK.. Akhirnya dokter yang juga berhijab ini, ganti semua krimnya katanya biar lebih cepet walaupun emang beliau nggak menggaransi bahwa semua noda jerawat udah ilang sebulan kemudian, tapi paling ngga membaik. Daaan, karena khawatir nanti muka nggak bisa dirias karena masih pengeluapasan akhirnya resep ditambah, 14 hari sebelum hari H, semua krim distop dan cukup cuci muka trus pake sunblock (Perfect Shield, dari review di femaledaily si OK punya nih)..
Intinya, resep berubah jadi:
Pagi dan Siang: ACS BP + AMG 6 + AF 4, 14 hari sebelum hari H jadi: ACS BP + PS
Malam: ACS BP + AMG 3 + ANC 3 + AL 2
Biaya: Rp 495.000
Selain obat topikal kali ini disuruh facial juga, dan hanya boleh facial dalam 14 hari. 2 hari pakai krim baru, ternyata iritasi. Karena disuruh facial aku pun booking untuk hari minggu jam 2, dan beberapa jam sebelumnya diingatkan by sms..Berhubung sekalian lagi ke erha aku nanya sama mbak2 di registrasi kalau iritasi harus gimana, dengan dedicatednya ke tempat kerja di mbak pun mencari jawaban hingga akhirnya dijawab langsung sama dokter, terusin aja atau kalau khawatir pakai krim apa gitu biar berkurang iritasinya. Akhirnya aku mutusin untuk terusin aja..
Oke, lanjut ke sesi facial dengan harga 200-250 ribu (tergantung jenis serum). Setelah dapet nomor antrian langsung naik ke lantai 2 untuk nunggu panggilan terapis. Sebelum waktunya, yaitu jam 13.30 aku sudah dipanggil sama terapis untuk mulai facial. Desain di lantai 2 kurang lebih sama dengan lantai 1, tempat konsultasi. Ada sofa empuk, majalah, dan tempat yang sejuk. Langkah facialnya cukup banyak dan bisa dibilang memuaskan. Pertama  disteam, fungsinya untuk buka pori-pori, jadi ada alat yang menyemprotkan uap hangat ke wajah kita, trus divacuum bukan pakai vacuum cleaner pastinya, karena ukurannya yang jauh lebih kecil, fungsinya untuk mengambil lemak dan komedo yang mudah. Nah, yang paling menyakitkan ya dipencetin untuk komedo yang susah. Setelah sesi yang menyakitkan diteruskan dengan sterilisasi, pakai alat yang dipijit ke seluruh wajah, di LBC juga pakai alat ini, trus dikasih serum yang dioles rata pakai alat yang dingin di muka. Katanya, alat ini juga untuk menutup pori-pori. Terakhir dimasker hingga cuma lobang hidung doang yang masih terbuka. Enak, dingin, dan tertidur.. 20 menit kemudian kebangun gara-gara mbaknya mau angkat masker. Terkahir dikasih teh hangat, twinings lhoo...teh dari Enggres... What a nice treament. Oiya, sebelumnya dikasih juga masker sheet colagen untuk dipakai di rumah 7 hari setelah facial. Tibalah saat membayar, dan karena serum untuk aku yang oil control harga facialnya: Rp 200.000.

Hmm, belum bisa banyak berkomentar siy, tunggu saja review berikutnya.. 
Intinya siy, nggak bermaksud menjelek-jelekan atau memuji-muji klinik kecantikan tertentu, ini hanya berbagi pengalaman aja. Lagian, kulit masing-masing orang berbeda. Bisa cocok bisa juga enggak. see u!!