Selasa, 08 Juli 2014

Program Hamil

Usia pernikahan sudah memasuki bulan ke-8 dan belum juga muncul tanda-tanda hamil. Mulailah aku mikir yang enggak-enggak..jangan-jangan ini jangan-jangan itu. Belum lagi teman kantorku, teman kantor suami, keluarga, tetangga udah mulai nanya udah isi atau belum. Daripada mikir yang enggak-enggak akhirnya kami memutuskan untuk mengikuti program hamil. Tanpa mikir panjang dan berlama-lama pas siklus hari ke-2 datanglah kami berdua ke RS Hermina Serpong untuk daftar konsul sama dokter Iwan Darmawan, SpOG berdasarkan rekomendasi dari kakak ipar yang sudah berhasil hamil setelah ikut promil 3 bulan.

Ternyata hari itu sang dokter nggak mengkonfirmasi akan praktik atau tidak. Dari pihak RS akhirnya merekomendasikan dokter yang praktik sebelumnya. Akhirnya kami pun memutuskan untuk konsultasi dengan dokter yang disarankan oleh RS. Dan tibalah saatnya nama kami dipanggil untuk konsultasi. Setelah menyampaikan maksud kami untuk program hamil dokter langsung menjelaskan dengan super detail tentang program hamil yang bisa kami lakukan di situ. Yang pertama dilakukan adalah USG, dari hasil pemeriksaan USG nggak ada masalah di uterus. Nggak ada miom atau tumor tetapi bentuk uterus A.K.A rahim agak ke belakang. Menurut dokter itu normal-normal saja layaknya bentuk hidung ada yang pesek atau mancung hanya saja cara berhubungannya yang harus menyesuaikan.

Pada pemeriksaan pakai USG dokter juga menemukan ada cairan bebas yang artinya aku punya masalah keputihan lebih dari 6 bulan. Menurut dokter spesialis kandungan yang juga magister kesehatan itu, keputihan tidak menyebabkan kemandulan hanya saja dapat menyebabkan aborsi atau bayi lahir prematur jika tidak disembuhkan. Akhirnya dokter meresepkan 3 jenis obat yang fungsinya untuk membasmi keputihan dalam 6 hari. Ada 1 jenis obat yang harus dimasukkan lewat miss v selama 6 malam sebelum tidur. Obat yang diresepkan dokter rupanya manjur karena setelah 6 hari keputihan yang tadinya aku pikir normal akhirnya hilang.

Selain meresepkan ketiga obat itu, beliau juga meresepkan asam folat untuk diminum setiap hari bahkan ketika sudah mulai hamil. Oiya, dokter Arif juga menyarankan suamiku untuk menganalisa sperma untuk mengetahui kondisinya. Alasannya dikhawatirkan si calon ibu udah diperbaiki sana-sini dengan biaya yang lumayan ternyata si suami yang belum dicek yang bermasalah misalnya azoospermia atau oligospermia. Kalau penasaran makhluk macam apa itu, monggo tanya sama mbah google. Masalahnya, analisa sperma tidak tersedia di RS Hermina Serpong jadi harus ke Hermina Tangerang.

Hermina Tangerang jauh juga dari rumah kami, saat suami coba untuk analisa sperma di sana ternyata gagal mengeluarkan sperma dalam jumlah cukup karena buru-buru mau ngantor, grogi bin nervous, dan takut terlambat sampai ke kantor. Sekedar info, analisa sperma harus dilakukan pada pagi hari hingga pukul 9 pagi. Akhirnya kami memutuskan untuk mecari RS lain yang dekat dari rumah tetapi juga menyediakan analisa sperma. Nah, di rumah sakit yang kedua ini suamiku sukses mengeluarkan sperma dengan baik. Sepulang kerja hasilnya sudah bisa diambil. Aku yang kantornya lebih dekat ke RS Omni Serpong yang bertugas mengambil hasil. Dan saking penasarannya suamiku pun sampai ke RS nggak berapa lama setelah aku sampai. Rupanya si Ayah wannabe ini kuatir ada masalah dengan spermanya tapi Alhamdulilah tidak ada masalah.

Singkat cerita, pada siklus haid selanjutnya yang artinya aku belum juga hamil kami kembali datang ke dr. Arif sesuai pesannya waktu kami datang pertama. Kami datang dengan membawa hasil analisa sperma suamiku dan dokter menyatakan bahwa kondisi sperma suamiku bagus. Ya iyalah secara dia kan bergaya hidup sehat, bebas rokok dan alkohol. Setelah memastikan lagi kondisi rahimku melalui USG dokter pun meresepkan profertil yang fungsinya untuk mematangkan sel telur. Dokter juga meminta kami untuk kembali pada siklus hari ke-12 untuk mengevaluasi ukuran sel telur melalui USG transvaginal. Hari ke-12 siklus jatuh pada Senin, 7 Juli 2014. Dokter Arif menyarankan untuk datang ke dr Meutia yang notabene adalah istrinya jika beliau tidak praktik.

Well, secara ya USG transvaginal itu harus memasukan alat ke miss V untuk melihat kondisi rahim dan sel telur jelas aku lebih nyaman sama dokter perempuan. Dan tibalah hari ke-12 yang dinanti itu. Aku cukup semangat untuk USG transvaginal soalnya penasaran banget sama ovarium kuatirnya ada masalah yang nggak kelihatan dengan USG biasa. Selain semangat aku juga nervous berhubung akan ada benda asing yang dimasukkan. Tetapi ternyata tidak semengerikan yang dibayangkan.

Dengan tidak terlalu sulit ujung alat masuk ke miss V dan munculah di layar lapisan rahim itu, ukurannya 0.49 cm. Agak digerakkan sedikit munculah sel telur dengan ukuran yang besar dan ukurannya sudah bisa dibilang matang yaitu 18.6 mm. Di ovarium lainnya ada juga sel telur dengan ukuran yang sedikit lebih kecil. Berdasarkan ukuran sel telur proses nyampur pun bisa dilakukan malam itu juga..hehehehe.. Selanjutnya kami akan berusaha dengan baik dan pasrah apakah Allah sudah berkehendak memberikan kami keturunan..Let's See..

Senin, 24 Februari 2014

Facial Treatment Essence of SKII

Sudah cukup lama iklan Facial Treatment Essence (FTE) SKII membanjiri media, misalnya TV. Tapi nggak ngaruh karena aku juga jarang merhatiin.. Sampai akhirnya suatu hari pas buka youtube ada iklan SKII yang mengisahkan sejarah penemuan Pitera yang diklaim dapat memperbaiki 5 dimensi kulit dan efeknya bikin kulit super sehat dan awet muda. Bahkan di iklan itu para pembuat Sake yang sudah mengalami keriput di wajah, tangannya tidak keriput karena setiap hari bersentuhan dengan Sake, yang merupakan asal dari pitera tadi. Mulai deh keracunan pengen coba FTE SKII. Padahal muka sudah dirawat pakai obat dokter. Harapannya, obat dokter mampu membasmi bekas jerawat dan FTE SKII membooster efek obat dokter dan juga memperbaiki 5 dimensi kulit seperti yang mereka iklankan. Berhubung harga FTE muahall..Akhirnya aku beli sample SKII FTE 30 ml di salah satu online shop yang terpercaya seharga 200 ribu. Malamnya langung dicoba dan memang sesuai dengan review yang sudah aku baca sebelumnya. Baunya aneh, agak asem gimanaaaa gitu.. teksturnya cair kaya air makanya sering disebut "miracle water". Aku pakenya langsung tetes di telapak tangan terus diusap ke muka. Setelah sehari paka nggak ada efek apa-apa, dua hari juga nggak ada efek apa2..Daaan, setelah tiga hari.. jengjeng muncullah 3 biji jerawat gede padahal sebelumnya muka sudah bebas jerawat tinggal bekasnya aja kembali dihinggapi jerawat. Berikut penampakan botol sample FTE SKII 30 ml..
Di review yang aku baca sebelumnya emang aku pernah baca ada kalanya FTE SKII emang nyebabin purging terutama untuk yang kulitnya sudah biasa perawatan dokter. Dan kabarnya SKII itu ngeluarin zat kimia yang ditinggalkan obat dokter melalui proses purging itu.Anyway, Purging adalah memburuknya kondisi kulit ditandai munculnya jerawat dan atau beruntusan sebagai efek pemakaian produk baru yang akan hilang setelah kulit kita mampu beradaptasi. Masalahnya masa purging tidak bisa diprediksi, seminggu, sebulan, atau bahkan 3 tahun..Hiiiiii.... Sebelumnya aku udah pernah pengalaman pake vitacid yang juga ada efek purging. Waktu itu aku pake vitacid 0.025% dan terus-terusan purging selama dua bulan. Walaupun efeknya mencerahkan tapi jerawat yang muncul karena efek purging vitacid bener2 menyiksa. Bahkan menurut dokter SPKK jaringan yang terluka dalam akibat jerawat selama pake vitacid jadi nodanya lama ilang...huhuhuhuhu...dan kalau aku perhatiin aku emang scar prone, alias tipe kulitku cenderung meninggalkan bekas luka bopeng paska jerawat. Bukan bopeng yang dalam siy tapi tetep ajaaa... Oke balik lagi ke FTE SKII, nyesek bgt muka yang tadinya udah lumayan aman terkendali dari serangan jerawat jadi muncul jerawat lagi gegara pake SKII. Dan aku udah tobat deh sama perawatan muka yang ada efek purging..Dan suamiku yang sebelumnya udah kasih peringatan hati-hati nggak cocok pun langsung mengklaim peringatannya benar. "Makanya yang nurut sama suamiiii" -___- Yang lebih nyesek lagi kalau sebelumnya selama hanya pakai obat dokter kalau tiba2 ada jerawat paling 2-3 malam KO tapi jerawat yang muncul cuma gara-gara pake SKII 3 hari lama ilangnya.. Setelah 5-6 hari akhirnya jerawat KO juga tapi sukses meninggalkan prasasti berupa noda jerawat yang cukup lebar,,,Huuuaaaaa...I hate this. Seminggu kemudian tiba-tiba muncul pikiran.. Hmmmm, jangan-jangan kalau purging trus berhenti trus pake lagi jadi nggak purging lagi dan cocok..Kalau cocok kan mukaku bisa mulus kaya Kate Bosworth si Brand Ambasador-nya SKII. Begini nih penampakannya..
Akhirnya coba pake lagi tapi besoknya langsung muncul calon jerawat langsung deh paginya ngga pake lagi...Sekarang balik lagi ke krim dokter dan janji setia sama dia.. Well, aku nulis ini semua berdasarkan pengalaman aku dan sama sekali tidak bermaksud menyalahkan atau menjelekkan produk apapun. Dan yang terjadi sama kulit mukaku selama pake FTE SKII bisa disebabkan kondisi kulitku yang sensitive, oily, dan scar prone.. Buat yang baca tulisan ini, kalau kalian sudah nemu produk perawatan muka yang cocok lebih baik tetep pake produk itu dan jangan mudah tergiur untuk mencoba produk baru yang belumm tentu cocok. Dan, menurutku obat dokter spesialis kulit yang dipakai sesuai aturan dan anjuran dokter tidak akan membahayakan.

Minggu, 23 Februari 2014

Rumah Impian 2

Di sms terakhirnya developer ngabarin kalau rumah sudah mulai dibangun. Penasaran bgt sudah seberapa jauh dibangunnya, Sabtu aku sama suami ke calon rumah. Ternyata udah lumayan pembangunannya. Bisa dibilang sudah hampir selesai pasang batako. Berarti tinggal atap, aci tembok, keramik, cat, instalasi air dan listrik.. Hmm, masih banyak siy yang harus dikerjain.. Oiya pasang pintu dan jendela juga..
Nah ini penampakannya. Oiya, waktu itu sekilas dari luar ada ruang dengan bentuk segiempat tidak sempurna soalnya sudut yang ngadep ke luar dipotong, kayanya siy biar dari ruang tamu ke ruang tengah agak lega. Awalnya aku kira itu kamar mandi. Eh, pas dicek masuk ternyata itu kamar. Soalnya di ujung satunya ada ruangan yang lebih kecil. Bangunannya bisa dibilang hampir seratus persen mirip gambar kecuali bentuk bangunan kamar. Nggak sabar pengen cepet-cepet jadi. There will be many stories in our future little house.

Kamis, 20 Februari 2014

Robo Cop

Ini film yang terakhir aku tonton bareng suami. Dan kami nonton hari pertama gegara saking penasarannya. Ternyata yang penasaran banyak juga. Di hari pertama langsung lumayan penuh bioskopnya, cuma bangku urutan depan yang kosong. Nah, apakah penasaran kami terbayar dengan greget filmnya?..Let's find out.. Seorang polisi baik bernama Alex Murphy (Joel Kinnaman) menyelidiki kasus gembong narkoba yang dipimpin Antoine Vallon (Patrick Garrow). Merasa gerah dengan aksi polisi baik, dia meminta anak buahnya memasang bom di mobil Alex. Ironisnya, dua rekan sesama polisi Alex yang memberitahukan kapan waktu yang tepat bom dipasang di mobilnya, yaitu ketika Alex sedang membesuk rekannya yang celaka juga karena ulah si Vallon. Walaupun bom sudah dipasang tapi Alex bisa pulang dengan selamat. Ada yang aneh?..Bomnya gagal meledak?..Entahlah, agak bingung juga.. Nah sesampainya di rumah, tiba-tiba pintu mobil terbuka dan tidak bisa dikendalikan dengan remot.Kok remot mobil ikutan rusak ya??...Alex pun menuju garasi mobil untuk menutup manual mobilnya. Dan..booommm!!Mobil meledak.. Singkat cerita Alex mengalami luka yang sangat parah hingga satu-satunya hal yang bisa dilakukan Clara (Abbie Cornish) istrinya adalah menyetujui suaminya menjadi setengah robot agar bertahan hidup. Perusahaan yang bersedia melakukan ini adalah OmniCorp yang berambisi menggantikan aparat polisi di Amerika dengan robot buatan mereka seperti yang telah dilakukan di negara-negara yang medapat agresi militer AS di Timur Tengah namun ditentang karena sifat robot yang tidak humanis. Untuk dapat mewujudkan mimpinya, CEO OmniCorp Raymond Sellars (Michael Keateon)mengajak Dr. Dennett Norton (Gary Oldman) yang sudah lebih dulu terjun dalam pembuatan tangan dan kaki robot bagi mereka yang mengalami kecelakaan sehingga kehilangan anggota tubuh. Yang muncul selanjutnya adalah Robocop. Dia beraksi di jalanan menangkap para penjahat termasuk Antoine Vallon dan komplotan yang mencelakainya karena kemampuannya mengakses data kriminal dan rekaman cctv. Ia bahkan mampu membongkar sindikat "Dirty Cops" di kantornya yang ternyata melibatkan petinggi Polisi. Well, secara keseluruhan ceritanya lumayan tapi ada part-part yang kurang greget. Yang paling bikin nggak asik adalah peran Samuel L. Jackson yang punya acara TV sendiri dan topik yang dibahas adalah tentang dukungannya terhadap OmniCorp.

Rumah Impian

Setelah menikah pastilah rumah jadi kebutuhan yang harus segera dipenuhi. Mulailah aku dan suami hunting rumah. Tapi bukan lagi rumah impian yang kami kejar tapi rumah yang sesuai budget kami berdua. Karena waktu kami cukup sulit untuk bisa hunting, suamiku akhirnya cuti demi nyari-nyari rumah. Akhirnya pilihan kami jatuh ke Villa Tekno, walaupun kecil tapi kok suasananya nyaman banget. Daan... yang lebih penting sesuai budget kami...Well, bukan sesuai budget siy (kesannya udah punya uang cash, hahaha)..Maksud saya seandainya mengajukan KPR kemungkinan diterimanya besar. Suami langung bayar uang tanda jadi 2,5 juta dan dalam waktu seminggu harus bayar DP.. Hmm, cepet bgt padahal kan belum tentu diterima. Tapi ya mau gimana lagi.. DP 20% pun kami bayar beserta dokumen yang diminta denger2 di bank apapun kurang lebih sama. Karena gaji ditransfer pastinya harus menyertakan copy buku tabungan. Saya nasabah rekening koran HSBC jadi tinggal print out e statement saja..Sempet ketar-ketir juga siy, soalnya uang udah masuk tapi belum ada kepastian apa-apa. Untunglah beberapa hari kemudian kami ditelfon untuk wawancara...Setelah wawancara kini waktunya nunggu. Ini waktu yang paling membuat gelisah.. Seminggu, dua minggu, dan hampir tiga minggu nggak ada kabar. Karena gak sabar, akhirnya aku telfon BTN, Alhamdulilah SP3K-nya udah turun. Untuk yang belum tau SP3K itu surat penegasan Persetujuan Pemberian Kredit atau semacam itulah..Intinya surat itu memberitau jumlah plafond, tenor kredit, cicilan, biaya-biaya, dan ketentuaan masa berlaku.. Leganya... plafond sesuai pengajuan begitu juga tenornya.. Sudah naik ke step selanjutnya untuk punya ruma sendiri. Sekarang tinggal nunggu jadwal akad kredit.. Dan semoga saja rumah kami cepet jadi.. Nanti kalau sudah jadi rumah kami kemungkinan akan kosong..hahahaha.. Lha wong kredit gara-gara nggak punya banyak cash tapi malah biayanya gede..Mungkin ini adalah hal yang harus disiapkan diluar DP dan harga rumah kalau mau beli rumah via KPR.. Biaya-biaya Bank sekitar 4-5% dan BPHTB yang sampai tulisan ini ditulis saya belum tau jumlahnya. Menurut marketing perumahan PBB tahun ini belum keluar jadi belum diketahui.